Toilet Umum Tidak Lengkap – Uang keluar di 21 desa, pembangunan belum selesai
Sant Kabir Nagar

Toilet Umum Tidak Lengkap – Uang keluar di 21 desa, pembangunan belum selesai

mendengar berita

Dana keluar di 21 desa, pembangunan belum selesai
Toilet komunitas tidak selesai bahkan setelah penarikan dana
DPRO mengirim pemberitahuan kepada sekretaris panchayat 11 gram dan mencari jawaban
Kantor Berita Samvad
Semriyavan. Program pembangunan jamban masyarakat yang masuk dalam prioritas pemerintah terbukti lamban di blok Semariawan. Bahkan setelah penarikan dana, pembangunan MCK di panchayat 21 gram belum selesai. Pembangunan toilet di sebagian besar desa terbatas pada strukturnya. Ada kekurangan pompa tangan dan sambungan air di banyak desa. Atas laporan ADO Panchayat, DPRO telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada 11 Sekretaris Gram Panchayat untuk meminta klarifikasi. Bersamaan dengan ini, instruksi telah diberikan untuk menjelaskan alasan penarikan uang terhadap ketentuan buku pegangan keuangan.
Ada 113 gram panchayat di area blok. Meski ada penarikan dana dari rekening, toilet umum masih belum lengkap di 21 desa. Dari jumlah tersebut, 15 desa terbatas pada struktur saja. Di desa Rapuh, itu terbatas pada fondasi. MCK masyarakat di desa lain tidak memiliki fasilitas seperti sambungan air, pintu, toilet, pompa tangan, motor dll. Pada tanggal 18 Oktober atas nama ADO Panchayat Mainuddin Siddiqui, dalam panchayat 21 gram, mengenai belum tuntasnya pembangunan MCK, kepada 11 sekdes masing-masing desa diberikan pemberitahuan dan diinstruksikan untuk menyelesaikan pembangunan MCK. Bersamaan dengan itu, DPRO mendapat kabar tentang status pembangunan toilet yang belum tuntas. Atas laporan ADPO Panchayat, DPRO telah meminta klarifikasi dari 11 Sekretaris Gram Panchayat. Panchayat ADO menginformasikan bahwa 11 sekretaris desa yang ditempatkan di 21 desa belum memberikan sertifikat dan foto penyelesaian pekerjaan pembangunan jamban masyarakat bahkan setelah batas waktu yang ditentukan telah berlalu setelah penarikan dana. Dari sini terlihat bahwa Sekretariat Gram Panchayat telah menggelapkan uang pemerintah dari dana desa tanpa bertemu dengan kepala desa. Sekretaris desa tidak tertarik dengan pekerjaan prioritas tinggi pemerintah, yaitu mengabaikan tanggung jawab dan perintah pejabat yang lebih tinggi.
Pemberitahuan diberikan kepada sekretaris ini
Atas nama DPRO Rajendra Prasad, pemberitahuan telah diberikan kepada Sekretaris Desa Vimala Devi, Rajni Singh, Asadullah Khan, Yogendra Gaur, Sunita Mishra, Alok Kumar Gupta, Anil Kumar Chaudhary, Kunal Singh, Shivendra Kumar, Saurabh Chaudhary, Nidhi Mishra. ADO Panchayat Mainuddin Siddiqui mengatakan bahwa semua pemberitahuan telah diterima.
Toilet komunitas tidak lengkap di gram panchayats ini
Pipra terbatas hanya pada struktur di Hasanpur, Changera Mangera, Jigina, Purwan, Dhodai, Gangaicha, Kanpara, Rakshadevai, Upadhi, Pali Khas, Tenuhari Soyam, Raipur Chhapia alias Thok, Kanthes, Chhapia Anandarai, Chhanguria Bagulia. Sementara tidak ada pintu, pompa motor di Salehpur. Sambungan air dll tidak lengkap di Navwadih II juga. Rapuh terbatas pada foundation saja. Tidak ada sambungan air, pintu, pompa tangan di Siswa Talib. Bharvila Budhan tidak memiliki toilet, lubang, sambungan air. Semriyawan tidak memiliki sambungan air, pompa motor.

Dana keluar di 21 desa, pembangunan belum selesai

Toilet komunitas tidak selesai bahkan setelah penarikan dana

DPRO mengirim pemberitahuan kepada sekretaris panchayat 11 gram dan mencari jawaban

Kantor Berita Samvad

Semriyavan. Program pembangunan jamban masyarakat yang masuk dalam prioritas pemerintah terbukti lamban di blok Semariawan. Bahkan setelah penarikan dana, pembangunan MCK di panchayat 21 gram belum selesai. Pembangunan toilet di sebagian besar desa terbatas pada strukturnya. Ada kekurangan pompa tangan dan sambungan air di banyak desa. Atas laporan ADO Panchayat, DPRO telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada 11 Sekretaris Gram Panchayat untuk meminta klarifikasi. Bersamaan dengan ini, instruksi telah diberikan untuk menjelaskan alasan penarikan uang terhadap ketentuan buku pegangan keuangan.

Ada 113 gram panchayat di area blok. Meski ada penarikan dana dari rekening, toilet umum masih belum lengkap di 21 desa. Dari jumlah tersebut, 15 desa terbatas pada struktur saja. Di desa Rapuh, itu terbatas pada fondasi. WC umum di desa lain tidak memiliki fasilitas seperti sambungan air, pintu, WC, pompa tangan, motor dll. Pada tanggal 18 Oktober atas nama ADO Panchayat Mainuddin Siddiqui, dalam panchayat 21 gram, mengenai belum tuntasnya pembangunan MCK, kepada 11 sekdes masing-masing desa diberikan pemberitahuan dan diinstruksikan untuk menyelesaikan pembangunan MCK. Bersamaan dengan itu, DPRO mendapat kabar tentang status pembangunan toilet yang belum tuntas. Atas laporan ADPO Panchayat, DPRO telah meminta klarifikasi dari 11 Sekretaris Gram Panchayat. Panchayat ADO menginformasikan bahwa 11 sekretaris desa yang ditempatkan di 21 desa belum memberikan sertifikat dan foto penyelesaian pekerjaan pembangunan jamban masyarakat bahkan setelah batas waktu yang ditentukan telah berlalu setelah penarikan dana. Dari sini terlihat bahwa Sekretariat Gram Panchayat telah menggelapkan uang pemerintah dari dana desa tanpa bertemu dengan kepala desa. Sekretaris desa tidak tertarik dengan pekerjaan prioritas tinggi pemerintah, yaitu mengabaikan tanggung jawab dan perintah pejabat yang lebih tinggi.

Pemberitahuan diberikan kepada sekretaris ini

Atas nama DPRO Rajendra Prasad, pemberitahuan telah diberikan kepada Sekretaris Desa Vimala Devi, Rajni Singh, Asadullah Khan, Yogendra Gaur, Sunita Mishra, Alok Kumar Gupta, Anil Kumar Chaudhary, Kunal Singh, Shivendra Kumar, Saurabh Chaudhary, Nidhi Mishra. ADO Panchayat Mainuddin Siddiqui mengatakan bahwa semua pemberitahuan telah diterima.

Toilet komunitas tidak lengkap di gram panchayats ini

Pipra terbatas hanya pada struktur di Hasanpur, Changera Mangera, Jigina, Purwan, Dhodai, Gangaicha, Kanpara, Rakshadevai, Upadhi, Pali Khas, Tenuhari Soyam, Raipur Chhapia alias Thok, Kanthes, Chhapia Anandarai, Chhanguria Bagulia. Sementara tidak ada pintu, pompa motor di Salehpur. Sambungan air dll tidak lengkap di Navwadih II juga. Rapuh terbatas pada foundation saja. Tidak ada sambungan air, pintu, pompa tangan di Siswa Talib. Bharvila Budhan tidak memiliki toilet, lubang, sambungan air. Semriyawan tidak memiliki sambungan air, pompa motor.

Posted By : data hk hari ini 2021