Kejahatan,pengadilan,hamirpur News,hamirpur – aplikasi jaminan suami terdakwa dalam kasus pembunuhan mas kawin ditolak
Hamirpur

Kejahatan,pengadilan,hamirpur News,hamirpur – aplikasi jaminan suami terdakwa dalam kasus pembunuhan mas kawin ditolak

mendengar berita

Hamirpur. Dalam kasus pembunuhan mahar berusia satu tahun, permohonan jaminan dari suami terdakwa ditolak oleh pengadilan Hakim Anil Kumar Shukla, yang bertanggung jawab atas Pengadilan Sidang Distrik.
Advokat pemerintah distrik Rajesh Shukla mengatakan bahwa ayah korban, Samasuddin, warga Chai Thok, dari kantor polisi, mengatakan dalam Tahrir yang diberikan kepada polisi Chikasi pada 12 Juli 2020, bahwa ia menikahi putrinya Najma pada 26 November 2017 dengan Ali Mohammad, warga Bangra, Polsek Chikasi. Dalam keserakahan mahar, mertuanya mulai melecehkan putrinya dan menuntut satu lakh uang tunai dan sepeda. Diceritakan bahwa korban memiliki anak perempuan berusia dua tahun dan sedang hamil delapan bulan. Pada tanggal 6 Juli 2020, suami terdakwa Ali Mohammad, Jeth Noor Mohammad, mertua Inudin, ibu mertua Punia, ipar Anish dan ipar perempuan Rukhsana memukuli mereka dengan tongkat dan tongkat. tidak terpenuhinya permintaan mahar. Suami terdakwa meneleponnya pada 7 Juli dan mengatakan bahwa kesehatan putrinya sangat buruk. Yang dia ambil malam ini. Diceritakan bahwa sesampainya di rumah sakit, jenazah putrinya sudah terbaring di dalam kamar. Saat mendengarkan kasus tersebut, hakim sesi yang bertanggung jawab menolak permohonan jaminan dari suami terdakwa.

Hamirpur. Dalam kasus pembunuhan mahar berusia satu tahun, permohonan jaminan dari suami terdakwa ditolak oleh pengadilan Hakim Anil Kumar Shukla, yang bertanggung jawab atas Pengadilan Sidang Distrik.

Advokat pemerintah distrik Rajesh Shukla mengatakan bahwa ayah korban, Samasuddin, warga Chai Thok, dari kantor polisi, mengatakan dalam Tahrir yang diberikan kepada polisi Chikasi pada 12 Juli 2020, bahwa ia menikahi putrinya Najma pada 26 November 2017 dengan Ali Mohammad, warga Bangra, Polsek Chikasi. Dalam keserakahan mahar, mertuanya mulai melecehkan putrinya dan menuntut satu lakh uang tunai dan sepeda. Diceritakan bahwa korban memiliki anak perempuan berusia dua tahun dan sedang hamil delapan bulan. Pada tanggal 6 Juli 2020, suami terdakwa Ali Mohammad, Jeth Noor Mohammad, mertua Inudin, ibu mertua Punia, ipar Anish dan ipar perempuan Rukhsana memukuli mereka dengan tongkat dan tongkat. tidak terpenuhinya permintaan mahar. Suami terdakwa meneleponnya pada 7 Juli dan mengatakan bahwa kesehatan putrinya sangat buruk. Yang dia ambil malam. Diceritakan bahwa sesampainya di rumah sakit, jenazah putrinya sudah terbaring di dalam kamar. Saat mendengarkan kasus tersebut, hakim sesi yang bertanggung jawab menolak permohonan jaminan dari suami terdakwa.

Posted By : keluaran hk hari ini tercepat