Kecelakaan Lagi Merebut Tiga Jiwa
Saharanpur

Kecelakaan Lagi Merebut Tiga Jiwa

mendengar berita

Nagal/Saharanpur. Terlalu ngebut dan mengabaikan peraturan lalu lintas terus-menerus merenggut nyawa orang. Pada hari Rabu juga tiga orang kehilangan nyawa mereka dalam kecelakaan. Pada Rabu sore, dua orang pengendara motor bebek tewas di tempat akibat bertabrakan dengan kendaraan gajah kecil di jalan Sidki Jhabreda. Usai kecelakaan, sang pengemudi kabur meninggalkan kendaraannya di lokasi. Polisi mengirim mayat untuk post-mortem. Pada saat yang sama, petani tersebut meninggal akibat tergulingnya traktor di desa Sadhauli Hariya. Mendengar ini, ada kehebohan di antara anggota keluarga. Polisi pedesaan Kotwali tiba di lokasi dan menanyakan kejadian tersebut.
Warga Mohalla Fort Mangalore Chhota (45) putra Kalu Hameed bersama dengan sesama warga Mangalore Shaukat (40) putra Chhota sedang mengendarai sepeda motor untuk menghadiri pernikahan keponakannya di desa Chhidbana kantor polisi Rampur Maniharan. Sekitar pukul satu siang, begitu sampai di belokan Dagheda jalan Sidki Jhabreda di kawasan Polsek Nagal, ia bertabrakan dengan seekor gajah kecil yang datang dari depan. Tabrakan itu begitu parah sehingga keduanya tewas di tempat. Pengendara motor bebek tidak memakai helm. Setelah kecelakaan itu, pengemudi kendaraan gajah kecil itu meninggalkan kendaraannya di tempat dan melarikan diri. Setelah mendapat informasi tersebut, polisi yang tiba di lokasi, mengambil alih kendaraan dan memberi tahu kerabat kedua korban. Terjadi kehebohan dalam keluarga. Bahkan di rumah pernikahan, kebahagiaan berubah menjadi duka. Keluarga itu mencapai Nagal sambil menangis. Polisi mengirim mayat untuk post-mortem. SHO Binu Singh mengatakan bahwa kendaraan itu ditahan. Belum ada keluhan dari pihak keluarga. Tindakan akan diambil setelah mendaftarkan pengaduan.
Sedangkan Pradeep (38) putra Mangeram, warga Desa Sadhauli Hariya di Desa Kotwali, berprofesi sebagai petani. Menurut polisi pedesaan Kotwali, Pradeep pergi ke ladang dengan traktor. Tiba-tiba traktor terbalik tak terkendali di lapangan, di mana Pradeep dimakamkan. Penduduk desa yang bekerja di ladang mencapai tempat itu dan menarik Pradeep keluar dari bawah traktor, tetapi saat itu dia telah meninggal. Mendengar ini, ada kehebohan di antara anggota keluarga. Karena kematian petani, keluarga itu dalam kondisi buruk. CO II Neeraj Singh mengatakan bahwa petani itu meninggal karena traktornya terbalik.

Nagal/Saharanpur. Terlalu ngebut dan mengabaikan peraturan lalu lintas terus-menerus merenggut nyawa orang. Pada hari Rabu juga tiga orang kehilangan nyawa mereka dalam kecelakaan. Pada Rabu sore, dua orang pengendara motor bebek tewas di tempat akibat bertabrakan dengan kendaraan gajah kecil di jalan Sidki Jhabreda. Usai kecelakaan, sang pengemudi kabur meninggalkan kendaraannya di lokasi. Polisi mengirim mayat untuk post-mortem. Pada saat yang sama, petani tersebut meninggal akibat tergulingnya traktor di desa Sadhauli Hariya. Mendengar ini, ada kehebohan di antara anggota keluarga. Polisi pedesaan Kotwali tiba di lokasi dan menanyakan kejadian tersebut.

Warga Mohalla Fort Mangalore Chhota (45) putra Kalu Hameed bersama dengan sesama warga Mangalore Shaukat (40) putra Chhota sedang mengendarai sepeda motor untuk menghadiri pernikahan keponakannya di desa Chhidbana kantor polisi Rampur Maniharan. Sekitar pukul satu siang, begitu sampai di belokan Dagheda jalan Sidki Jhabreda di kawasan Polsek Nagal, ia bertabrakan dengan seekor gajah kecil yang datang dari depan. Tabrakan itu begitu parah sehingga keduanya tewas di tempat. Pengendara motor bebek tidak memakai helm. Setelah kecelakaan itu, pengemudi kendaraan gajah kecil itu meninggalkan kendaraannya di tempat dan melarikan diri. Setelah mendapat informasi tersebut, polisi yang tiba di lokasi, mengambil alih kendaraan dan memberi tahu kerabat kedua korban. Terjadi kehebohan dalam keluarga. Bahkan di rumah pernikahan, kebahagiaan berubah menjadi duka. Keluarga itu mencapai Nagal sambil menangis. Polisi mengirim mayat untuk post-mortem. SHO Binu Singh mengatakan bahwa kendaraan itu ditahan. Belum ada keluhan dari pihak keluarga. Tindakan akan diambil setelah mendaftarkan pengaduan.

Sedangkan Pradeep (38) putra Mangeram, warga Desa Sadhauli Hariya di Desa Kotwali, berprofesi sebagai petani. Menurut polisi pedesaan Kotwali, Pradeep pergi ke ladang dengan traktor. Tiba-tiba traktor terbalik tak terkendali di lapangan, di mana Pradeep dimakamkan. Penduduk desa yang bekerja di ladang mencapai tempat itu dan menarik Pradeep keluar dari bawah traktor, tetapi saat itu dia telah meninggal. Mendengar ini, ada kehebohan di antara anggota keluarga. Karena kematian petani, keluarga itu dalam kondisi buruk. CO II Neeraj Singh mengatakan bahwa petani itu meninggal karena traktornya terbalik.

Posted By : togel hongkonģ