Jalan Jarjar, Terkena 10 Ribu Orang – Kesulitan pergerakan sepuluh ribu orang akibat jalan bobrok
Hardoi

Jalan Jarjar, Terkena 10 Ribu Orang – Kesulitan pergerakan sepuluh ribu orang akibat jalan bobrok

Jalan bobrok yang menghubungkan ketiga desa tersebut.
– Foto : HARDOI

mendengar berita

Beniganj. Sepuluh ribu orang dari tiga desa resah akibat rusaknya jalan di kawasan itu selama lima tahun. Dari aparat desa hingga perwakilan masyarakat, sudah berkali-kali mereka menuntut pembangunan jalan, tapi sampai sekarang belum ada dengar pendapat. Warga menuntut agar jalan tersebut segera dibangun. Pada pemilu lalu, jalan yang dibangun sepanjang tiga kilometer.
Jalan sepanjang 15 km yang menghubungkan Tona, Lalta Kheda dan Berua Hammer melalui jalan Kothawan-Sandila di daerah Beniganj telah rusak selama lima tahun. Akibatnya, sekitar sepuluh ribu penduduk di tiga desa ini menderita. Penduduk desa mengatakan bahwa sekitar delapan tahun lalu jalan ini dibangun oleh MLA daerah.
Sejak saat itu jalan tersebut tidak pernah diperbaiki lagi. Jalan konektivitas ini menuju Tona, Laltakheda melalui Berua Hammer dan menuju Blok Kachhona. Karena lubang besar dan pemberat yang hancur di jalan ini, penduduk desa menghadapi masalah dalam pergerakan. Menurut warga, pada pilkada lalu, Pemkab telah membangun jalan sepanjang tiga kilometer dengan alasan tidak memilih jika jalan tersebut tidak dibangun. Sejak saat itu jalan tersebut tidak dibangun. Penduduk desa Sanjay, Purushottam, Rajiv, Ramji, Sonam dll. telah menuntut pembangunan jalan.
Penduduk desa menceritakan masalahnya
Radhelal, seorang warga desa Tona, mengatakan bahwa untuk pergi dari desa kami Tona ke Balamau harus melalui jalur ini. Ada penentangan terhadap rute ini lima tahun lalu. Kemudian jalan dibangun sampai desa. Di depan sudah bobrok.
Bablu Maurya, seorang warga Tona, mengatakan bahwa untuk pergi dari Tona ke Balamau harus melalui jalur ini. Ini memiliki banyak lubang di dalamnya. Saat hujan, pejalan kaki terluka karena terjatuh. Ada imbauan kepada pemerintah kabupaten untuk memperhatikan jalur tersebut.
Pappu mengatakan bahwa jalan dari desa ke Balamau bobrok. Semua orang pergi ke Balamau melalui rute ini.
Ramkishore mengatakan bahwa anak-anak pergi ke Balamau untuk belajar. Berkali-kali anak-anak juga menjadi korban kecelakaan akibat jalan yang bobrok. Kendaraan mogok.

Beniganj. Sepuluh ribu orang dari tiga desa resah akibat rusaknya jalan di kawasan itu selama lima tahun. Dari aparat desa hingga perwakilan masyarakat, sudah berkali-kali mereka menuntut pembangunan jalan, tapi sampai sekarang belum ada dengar pendapat. Warga menuntut agar jalan tersebut segera dibangun. Pada pemilu lalu, jalan yang dibangun sepanjang tiga kilometer.

Jalan sepanjang 15 km yang menghubungkan Tona, Lalta Kheda dan Berua Hammer melalui jalan Kothawan-Sandila di daerah Beniganj telah rusak selama lima tahun. Akibatnya, sekitar sepuluh ribu penduduk di tiga desa ini menderita. Penduduk desa mengatakan bahwa sekitar delapan tahun lalu jalan ini dibangun oleh MLA daerah.

Sejak saat itu jalan tersebut tidak pernah diperbaiki lagi. Jalan konektivitas ini menuju Tona, Laltakheda melalui Berua Hammer dan menuju Blok Kachhona. Karena lubang besar dan pemberat yang hancur di jalan ini, penduduk desa menghadapi masalah dalam pergerakan. Menurut warga, pada pilkada lalu, Pemkab telah membangun jalan sepanjang tiga kilometer dengan alasan tidak memilih jika jalan tersebut tidak dibangun. Sejak saat itu jalan tersebut tidak dibangun. Penduduk desa Sanjay, Purushottam, Rajiv, Ramji, Sonam dll. telah menuntut pembangunan jalan.

Penduduk desa menceritakan masalahnya

Radhelal, seorang warga desa Tona, mengatakan bahwa untuk pergi dari desa kami Tona ke Balamau harus melalui jalur ini. Ada penentangan terhadap rute ini lima tahun lalu. Kemudian jalan dibangun sampai desa. Di depan sudah bobrok.

Bablu Maurya, seorang warga Tona, mengatakan bahwa untuk pergi dari Tona ke Balamau harus melalui jalur ini. Ini memiliki banyak lubang di dalamnya. Saat hujan, pejalan kaki terluka karena terjatuh. Ada imbauan kepada pemerintah kabupaten untuk memperhatikan jalur tersebut.

Pappu mengatakan bahwa jalan dari desa ke Balamau bobrok. Semua orang pergi ke Balamau melalui rute ini.

Ramkishore mengatakan bahwa anak-anak pergi ke Balamau untuk belajar. Berkali-kali anak-anak juga menjadi korban kecelakaan akibat jalan yang bobrok. Kendaraan mogok.

Posted By : totobet